Saya seseorang yang sederhana

Adv

Sabtu, 24 Mei 2014

Membawa Cinta – Nowela



Membawa Cinta – Nowela



Tak Terasa Sejauh Ini
Kaki Melangkah Dekati Impian
Tawa Dan Tangis Adalah Hiasan
Dalam Perjalanan Tuk Mencapai Arah Dan Tujuan

Genggam Tangan Ini Jangan Kau Lepaskan
Karna Hangat Ini Nyamankan Jiwa Kita
Bukan Dengan Kata-Kata, Tapi Ku Jaga Dengan Rasa
Kan Ku Ajak Dirimu Kembali Pulang Membawa Cinta

Tak Ingin Ku Kecewakan Mu
Yang Tak Berhenti Kuatkan Aku
Tawa Dan Tangis Adalah Hiasan
Dalam Perjalanan Tuk Mencapai Arah Dan Tujuan

Genggam Tangan Ini Jangan Kau Lepaskan
Karna Hangat Ini Nyamankan Jiwa Kita
Bukan Dengan Kata-Kata, Tapi Ku Jaga Dengan Rasa
Kan Ku Ajak Dirimu Kembali Pulang Membawa Cinta

Kau Dan Aku Mungkin Terpisah
Tapi Itu Takkan Merubah
Janji Yang Suci Didalam Hati Kita

Genggam Tangan Ini Jangan Kau Lepaskan
Karna Hangat Ini Nyamankan Jiwa Kita
Bukan Dengan Kata-Kata, Tapi Ku Jaga Dengan Rasa
Kan Ku Ajak Dirimu Kan Ku Ajak Dirimu Kan Ku Ajak Dirimu
Kembali Pulang Membawa Cinta Membawa Cinta
Membawa Cinta

Jumat, 16 Mei 2014

Maria Gaetana Agnesi

by wikipedia indonesia

Maria Gaetana Agnesi
Lahir 16 Mei 1718
Bendera Italia Milan, Italia
Meninggal 9 Januari 1799 (umur 80)
Bendera Italia Milan, Italia
Kebangsaan Italia
Bidang Matematika
Institusi Universitas Bologna
Maria Gaetana Agnesi (lahir di Milan, Italia, 16 Mei 1718 – meninggal di Milan, Italia, 9 Januari 1799 pada umur 80 tahun) adalah seorang filsuf dan matematikawati Italia. Anak tertua dari 21 bersaudara, ia dilahirkan dalam keluarga Italia kaya dan terpelajar dan mempunyai ayah seorang matematikawan. Ia menguasai bahasa Latin, bahasa Yunani, bahasa-bahasa Yahudi, dan beberapa bahasa lainnya dalam usia 9 tahun. Pada usia 20 tahun ia memulai sebuah karyanya yang terpenting, sebuah buku ajar kalkulus. Pada masanya, karyanya sungguh-sungguh mengagumkan dan merupakan buku ajar kalkulus luas yang pertama sejak karya dini dari I'Hospital. Buku itu telah menerima banyak penghormatan, termasuk pengakuan dari Kaisar Maria Theresa dan Paus Benediktus XIV.
Nama Agnesi menguasai suatu tempat dalam kepustakaan matematika melalui suatu sumbangan kecil Maria yakni pembahasannya tentang kurva yang dikenal sebagai versiera, yang berasal dari bahasa Latin vertere yang artinya membalik. Kurva tersebut dikenal sebagai kurva "sihir dari Agnesi" karena versiera dalam bahasa Italia berarti Iblis betina.
Pada peringatan seratus tahun meninggalnya, kota Milan menghormati Agnesi dengan memberi nama sebuah jalan atas namanya. Sebuah batu pertama di bagian muka gedung Luogo Pio bertuliskan prasasti yang isinya "terpelajar dalam matematika, keagungan Italia dan abadnya".