Saya seseorang yang sederhana

Adv

Rabu, 26 Maret 2014

Berkebun di Luar Angkasa


Jika manusia terbang ke Mars, perjalanannya panjang. Untuk itu dibutuhkan bahan pangan dan oksigen untuk bernapas. Entah ia membawanya dari bumi, atau ia ciptakan di luar angkasa.
http://www.dw.de/image/0,,16756077_303,00.jpg
Sekarang hal itu masih seperti science fiction, tapi di masa depan astronot memang bisa mengadakan perjalanan ke Mars. Bulan juga punya daya tarik besar bagi peneliti dan orang-orang yang antusias dengan antariksa. Di bulan orang misalnya bisa mendirikan stasiun tempat astronot transit dan mempersiapkan perjalanan ke tujuan yang lebih jauh lagi. Bagaimanapun, orang harus tinggal lama di pesawat atau stasiun luar angkasa, tanpa kontak teratur dengan Bumi. Itu masalah bagi pasokan pangan.
DW.DE

Udara dari Air
Jadi dibutuhkan apa yang disebut "sistem sirkulasi untuk menjaga kehidupan". Sekarangpun, di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) sudah banyak diadakan daur ulang, misalnya air. "Air pada urin para astronot dipisahkan dari unsur lainnya," dijelaskan Gerhild Bornemann, pakar biologi pada Pusat Penelitian Ruang Angkasa Jerman (DLR). "Unsur yang tertinggal hanya sedikit, dan dibawa ke bumi jika kapal pembawa pasokan kembali ke Bumi." Sementara air yang diperoleh dibersihkan dengan proses kimia dan kembali disalurkan ke sistem sirkulasi air. Demikian dikatakan Bornemann.
Sekarang saja, air sudah sangat penting, karena di ISS, oksigen juga diperoleh dari air, dengan menggunakan elektrolisis. Listrik dialirkan lewat air sehingga oksigen dan hidrogen terpisah. Sekarang, hidrogen masih dibuang ke ruang angkasa, sementara oksigen oksigen hasil pemisahan tersebut mendukung pasokan bagi para astronot.
ISS selalu berada di dekat Bumi. Pasokan pangan dan air diangkut ke sana beberapa kali setahun. Tapi jika orang tidak mendapat pasokan lagi, "sistem biologis harus digunakan," kata Jens Bretschneider dari Institut Sistem Ruang Angkasa di Stuttgart. Ia menilai alga mikro berguna. "Alga mikro menyerap CO2 hasil pernapasan, memproduksi O2 baru dan mengembangkan biomassa," demikian kata pakar ruang angkasa itu.
http://www.dw.de/image/0,,16987914_404,00.jpg
Reaktor bio. Tabung gelas berisi alga, yang merupakan bagian penelitian di DLR
Alga Hasilkan Pangan, Energi dan Udara
Alga tumbuh pada apa yang disebut reaktor panel datar, yang berupa tangki dari kaca akrilik, yang dipenuhi air berwarna hijau karena alga. Di dalamnya timbul gelembung dalam jumlah besar. Udara hasil pernapasan yang mengandung CO2 selalu dihembuskan ke cairan tersebut. "Oleh sebab itu, jumlah yang dihasilkan lebih tinggi. Alga juga diarahkan dan ditarik dari cahaya, untuk mendorong perkembangannya," dijelaskan Brettschneider. Dengan cara itu, sekarang di Bumi orang sudah bisa mengembangkan Alga dengan baik dan efisien.
Selain itu ada juga jenis alga lainnya, yang bisa memperoduksi hidrogen, dan bukan oksigen. Alga ini hidup di dalam reaktor tanpa O2. Jika kedua reaktor digabungkan, orang memperoleh oksigen dan hidrogen. Dengan kedua unsur itu, serta dengan sel bahan bakar, orang bisa memperoleh energi, sekaligus air. "Dengan demikian orang kembali menjalankan sirkulasi dari engeri, pangan, O2 dan CO2," demikian papar Bretschneider. Di samping itu, alga dari reaktor sangat berguna sebagai bahan makanan. Itu bisa digunakan seperti selai atau dicampur dalam makanan. Itu bisa memenuhi sekitar 20% kebutuhan pangan astonot.
Bahan pangan apa lagi yang bisa dikembangkan di luar angkasa?